Dengan populasi lebih dari satu miliar, India jelas merupakan sektor yang menjanjikan bagi FinTech. Sebelum melangkah maju, mari kita jelaskan dulu apa itu FinTech. Secara sederhana, FinTech adalah industri yang terdiri dari perusahaan yang menggunakan teknologi untuk menawarkan layanan keuangan. Perusahaan-perusahaan ini bekerja di berbagai bidang manajemen keuangan, asuransi, pembayaran elektronik, dll.

Dalam dekade terakhir, FinTech telah mengambil alih secara global dan diperkirakan akan meningkat di masa depan juga. India tidak ketinggalan dalam tren global ini. Dengan lebih dari setengah miliar diinvestasikan di FinTech India selama tiga tahun terakhir, segmen hanya sepatu yang menjanjikan masa depan pertumbuhan.

Pada tahun 2015, sekitar 12.000 FinTech muncul secara global dengan total investasi sebesar $ 19 miliar. Diharapkan pada tahun 2020, investasi global oleh FinTech akan menjadi $ 45 miliar, yang merupakan kenaikan curam 7,1%. Menurut laporan NASSCOM, India memiliki sekitar 400 perusahaan FinTech dengan investasi sekitar $ 420 juta. Laporan juga menunjukkan bahwa pada tahun 2020, investasi perusahaan FinTech di India akan meningkat menjadi $ 2,4 miliar.

Dengan bantuan peraturan pemerintah, bank dan perusahaan keuangan lainnya, India telah membentuk ekosistem yang menguntungkan bagi pertumbuhan FinTech. FinTech membantu membawa perubahan dalam manajemen keuangan pribadi melalui e-pembayaran dan e-wallet, di negara yang didominasi uang tunai.

Jumlah alasan berkontribusi terhadap pertumbuhan Teknologi Keuangan di India. Jumlah pengguna internet di India mencapai 465 juta pada bulan Juni 2017. Dengan semakin banyak jumlah orang yang bergantung pada internet untuk berbagai alasan, digitalisasi telah mengambil giliran baru. Upaya pemerintah dalam membawa revolusi digital melalui kampanye 'Digital India' membuka banyak peluang bagi FinTech dan start-up yang ada.

Regulasi pemerintah:

Pemerintah telah menyadari potensi Teknologi Keuangan di India dan secara konstan membuat upaya untuk membuat peraturan lebih ramah. Pada tahun 2014, pemerintah melonggarkan aturan proses KYC bagi pelanggan yang melakukan transaksi online dan pembayaran hingga Rs 20.000 per bulan. Diharapkan bahwa pemerintah akan mengeluarkan seperangkat norma baru untuk merubah pasar pinjaman P2P.

Untuk mempromosikan transaksi tanpa uang tunai, pemerintah sekarang menawarkan potongan pajak kepada para pedagang untuk menerima setidaknya 50% pembayaran elektronik.

'Jan Dhan Yojana' bertujuan menyediakan rekening bank untuk setiap warga negara India. Sejak peluncuran skema pada tahun 2014, 240 juta rekening bank telah dibuka. Startup FinTech dapat menggunakan peluang untuk menyediakan layanan transaksi yang mudah dan mulus.

Inkubator dan Akselerator:

Peran inkubator dan akselerator tidak terbatas pada pendanaan tetapi juga memperkuat industri keuangan. Inkubator menyediakan lingkungan bebas kewajiban untuk start-up. India adalah salah satu dari lima negara teratas yang menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk perusahaan baru. Inisiatif 'kota pintar' dan 'digital India' diatur untuk memperkuat infrastruktur teknologi negara. Untuk menunjukkan dukungan kepada FinTech start-up, bank dan lembaga keuangan telah bermitra dengan inkubator dan akselerator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *